Kebun Tembakau
BENSU membantu menjaga kesehatan tanaman tembakau, meningkatkan daya tahan terhadap stres lingkungan, dan mendukung pertumbuhan daun yang lebih berkualitas di kebun tembakau.
Solusi Tepat untuk Kebun Tembakau Lebih Sehat dan Produktif
Tantangan Utama dalam Berkebun Tembakau
Berkebun tembakau bukan sekadar menanam dan memanen, tetapi mengelola tanaman yang sangat sensitif terhadap lingkungan, nutrisi, dan serangan penyakit. Setiap fase pertumbuhan tembakau menuntut kondisi yang tepat agar daun tumbuh optimal dan bernilai jual tinggi. Tanpa pengelolaan yang baik, risiko penurunan kualitas dan hasil panen bisa terjadi secara signifikan.
Penyakit Jamur
Layu Fusarium, Busuk Akar & Pangkal Batang, Bercak Daun Cercospora, Antraknosa, Busuk Daun, Jamur Upas
Penyakit Bakteri
Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum), Busuk Lunak Bakteri, Bercak Daun Bakteri (Xanthomonas sp.)
Penyakit Virus
Penyakit Mosaik Tembakau (TMV), Cucumber Mosaic Virus (CMV), Leaf Curl Virus
Penyakit pada Bibit & Persemaian
Rebah Semai (Damping-off), Busuk Akar Bibit, Bercak Daun Bibit
Gangguan Fisiologis (Non-Patogen)
Defisiensi Unsur Hara (N, K, Mg, Ca), Stres Kekeringan, Genangan Air, Keracunan Pestisida / Herbisida
Cara Kerja BENSU pada Tanaman Tembakau
Mengapa AUSSIE Penting untuk Kebun Tembakau?
Fungsi Utama AUSSIE:
- Memperkuat sistem imun tanaman
- Merangsang pertumbuhan dan pemulihan akar
- Meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman
- Membantu ketahanan terhadap stres panas dan kekeringan
- Mendukung pembentukan tunas dan daun
- Membantu pengendalian penyakit jamur berat
- Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen
Dosis & Panduan BENSU untuk Penyakit Kebun Tembakau
Dosis & Panduan BENSU untuk Penyakit Jamur Tembakau
Dosis BENSU untuk Penyakit Jamur
Berikut dosis penggunaan BENSU yang umum digunakan pada kebun tembakau:
Dosis semprot daun:
5–10 ml BENSU per 1 liter airDosis tangki semprot:
80–120 ml BENSU per 16 liter airFrekuensi aplikasi:
Dilakukan setiap 7–10 hari sekali atau menyesuaikan kondisi serangan jamur di lapangan.
Panduan Aplikasi BENSU
Agar pengendalian penyakit jamur lebih efektif, lakukan aplikasi BENSU dengan langkah berikut:
1. Larutkan produk dengan air bersih
Campurkan BENSU sesuai dosis ke dalam tangki semprot yang berisi air bersih, lalu aduk hingga tercampur merata.
2. Semprotkan secara merata pada tanaman
Lakukan penyemprotan pada seluruh bagian tanaman terutama bagian daun, batang, dan area yang menunjukkan gejala penyakit jamur.
3. Waktu penyemprotan terbaik
Aplikasi sebaiknya dilakukan pada:
Pagi hari (06.00–09.00) atau
Sore hari (16.00–18.00)
untuk menghindari penguapan berlebih dan meningkatkan penyerapan oleh tanaman.
4. Ulangi aplikasi secara berkala
Jika serangan jamur cukup berat, aplikasi dapat diulang setiap 5–7 hari hingga kondisi tanaman membaik.
Dosis BENSU untuk Penyakit Bakteri
Berikut dosis penggunaan BENSU yang dianjurkan untuk membantu mengatasi gangguan penyakit bakteri pada tanaman tembakau:
Dosis semprot daun:
5–10 ml BENSU per 1 liter airDosis tangki semprot:
80–120 ml BENSU per 16 liter airFrekuensi aplikasi:
Disemprotkan setiap 7–10 hari sekali atau menyesuaikan kondisi tanaman di lapangan.
Panduan Aplikasi BENSU
Agar hasil aplikasi lebih optimal, lakukan langkah penggunaan berikut:
1. Campurkan BENSU dengan air bersih
Larutkan BENSU sesuai dosis ke dalam tangki semprot yang telah diisi air, lalu aduk hingga tercampur merata.
2. Semprotkan secara merata ke seluruh tanaman
Fokuskan penyemprotan pada bagian daun, batang, dan area tanaman yang menunjukkan gejala serangan bakteri seperti bercak basah atau jaringan tanaman yang mulai melemah.
3. Lakukan penyemprotan pada waktu yang tepat
Waktu terbaik untuk aplikasi adalah:
Pagi hari (06.00–09.00)
Sore hari (16.00–18.00)
Hal ini membantu penyerapan produk lebih maksimal oleh tanaman.
4. Ulangi aplikasi secara rutin
Jika serangan bakteri cukup berat, penyemprotan dapat dilakukan setiap 5–7 hari sampai kondisi tanaman kembali stabil.
Dosis BENSU untuk Penyakit Virus
Berikut dosis penggunaan BENSU yang dianjurkan pada kebun tembakau yang mengalami gejala serangan virus:
Dosis semprot daun:
5–10 ml BENSU per 1 liter airDosis tangki semprot:
80–120 ml BENSU per 16 liter airFrekuensi aplikasi:
Dilakukan setiap 7 hari sekali hingga kondisi tanaman membaik.
Panduan Aplikasi BENSU
Agar hasil penggunaan lebih maksimal, lakukan langkah aplikasi berikut:
1. Campurkan BENSU dengan air bersih
Masukkan BENSU sesuai dosis ke dalam tangki semprot yang berisi air, kemudian aduk hingga larutan tercampur dengan baik.
2. Semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman
Fokuskan penyemprotan pada daun, batang, dan area tanaman yang menunjukkan gejala virus seperti daun belang, keriting, atau pertumbuhan yang tidak normal.
3. Lakukan penyemprotan pada waktu yang tepat
Waktu terbaik untuk aplikasi adalah:
Pagi hari (06.00–09.00)
Sore hari (16.00–18.00)
Hal ini membantu penyerapan larutan lebih optimal oleh tanaman.
4. Lakukan aplikasi secara rutin
Untuk hasil terbaik, aplikasi BENSU dilakukan secara rutin agar tanaman tetap memiliki kondisi fisiologis yang kuat selama masa pertumbuhan.
Dosis BENSU untuk Bibit & Persemaian
Berikut dosis penggunaan BENSU yang dianjurkan untuk bibit tembakau:
Dosis semprot bibit:
3–5 ml BENSU per 1 liter airDosis tangki semprot:
50–80 ml BENSU per 16 liter airFrekuensi aplikasi:
Dilakukan setiap 7–10 hari sekali selama masa persemaian.
Panduan Aplikasi BENSU di Persemaian
Agar bibit tembakau tumbuh optimal, lakukan aplikasi BENSU dengan cara berikut:
1. Larutkan BENSU dengan air bersih
Campurkan BENSU sesuai dosis ke dalam air bersih di tangki semprot, kemudian aduk hingga larutan tercampur merata.
2. Semprotkan secara halus pada bibit
Gunakan semprotan dengan tekanan halus agar bibit tidak rusak. Semprotkan secara merata pada daun bibit dan media tanam di persemaian.
3. Lakukan penyemprotan pada waktu yang tepat
Aplikasi terbaik dilakukan pada:
Pagi hari (06.00–09.00) atau
Sore hari (16.00–18.00)
4. Lakukan aplikasi rutin hingga bibit siap pindah tanam
Penggunaan secara berkala membantu bibit memiliki kondisi yang kuat saat dipindahkan ke lahan utama.
Dosis BENSU untuk Gangguan Fisiologis
Berikut dosis penggunaan BENSU yang dianjurkan pada tanaman tembakau yang mengalami gangguan fisiologis:
Dosis semprot daun:
5–10 ml BENSU per 1 liter airDosis tangki semprot:
80–120 ml BENSU per 16 liter airFrekuensi aplikasi:
Dilakukan setiap 7–10 hari sekali atau sesuai kondisi tanaman.
Panduan Aplikasi BENSU
Agar hasil penggunaan lebih maksimal, lakukan aplikasi dengan langkah berikut:
1. Campurkan BENSU dengan air bersih
Larutkan BENSU sesuai dosis ke dalam tangki semprot yang berisi air bersih, lalu aduk hingga tercampur merata.
2. Semprotkan secara merata pada tanaman
Lakukan penyemprotan pada seluruh bagian tanaman terutama pada daun dan batang agar penyerapan larutan lebih optimal.
3. Lakukan penyemprotan pada waktu yang tepat
Waktu terbaik untuk aplikasi adalah:
Pagi hari (06.00–09.00)
Sore hari (16.00–18.00)
4. Ulangi aplikasi secara berkala
Jika tanaman mengalami stres berat akibat cuaca atau kondisi lingkungan, aplikasi dapat dilakukan setiap 5–7 hari hingga kondisi tanaman kembali normal.
Mengapa Petani Tembakau Membutuhkan BENSU?
Budidaya tembakau memerlukan perawatan yang sangat teliti karena tanaman ini cukup sensitif terhadap perubahan cuaca, serangan penyakit, serta berbagai gangguan pertumbuhan. Ketika tanaman mengalami stres atau kondisi lingkungan tidak stabil, pertumbuhan dapat terganggu dan kualitas daun tembakau yang dihasilkan menjadi menurun. Hal ini tentu berdampak langsung pada hasil panen dan nilai jual yang diterima petani.
BENSU hadir sebagai solusi yang membantu menjaga kondisi tanaman tembakau tetap sehat dan stabil selama masa pertumbuhan. Dengan membantu memperkuat daya tahan tanaman, menyeimbangkan metabolisme, serta mendukung pemulihan tanaman yang mengalami stres, BENSU membantu petani menjaga kualitas daun tembakau dan meningkatkan potensi hasil panen. Tanaman yang sehat akan menghasilkan daun yang lebih baik sehingga produktivitas kebun tembakau dapat lebih maksimal.
Harga Eceran (belum termasuk ongkir) :

Aussie
500ml harga Rp 150.000
1 liter harga Rp 275.000

Bensu
500ml harga Rp 130.000
1 liter harga Rp 215.000

Kojien
500ml harga Rp 130.000
1 liter harga Rp 215.000
| Produk | Fokus Utama | Obat / Stimulator | Target Penyakit | Jenis Tanaman |
|---|---|---|---|---|
| Aussie | Stimulator & anti-jamur | ✔️ Ya | Ganoderma & jamur akar | Sawit (utama) |
| Bensu | Nutrisi + anti-jamur umum | ✔️ Ya | Layu fusarium, bulai, busuk | Beragam jenis tanaman |
| Kojien | Anti-jamur (terbatas) | ✔️ Kemungkinan | Bulai/jamur lain | Jagung/dll (informal) |
AUSSIE, BENSU, dan KOJIEN merupakan rangkaian produk KULTURA dengan fungsi yang saling melengkapi, namun memiliki fokus kerja yang berbeda. AUSSIE berperan sebagai Immune Cell Activator yang mengaktifkan sistem pertahanan alami tanaman, memperkuat akar, serta membantu tanaman pulih dari stres, penyakit jamur, bakteri, virus, hingga gangguan fisiologis. BENSU lebih difokuskan sebagai pengendali penyakit berbasis mikroba yang bekerja langsung menekan patogen di area perakaran dan jaringan tanaman. Sementara itu, KOJIEN berfungsi sebagai bio-dekomposer dan pengaktif mikroorganisme tanah untuk memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan ketersediaan unsur hara.
Untuk kebun tembakau, produk yang paling cocok dan fleksibel digunakan adalah AUSSIE, karena tembakau membutuhkan tanaman yang tahan stres, berakar kuat, dan mampu menjaga kualitas daun sejak fase bibit hingga panen. AUSSIE tidak hanya membantu melindungi tanaman dari serangan penyakit, tetapi juga mempercepat pemulihan dan menjaga pertumbuhan tetap stabil. Dengan AUSSIE, petani tembakau dapat fokus meningkatkan kualitas dan produktivitas daun, sementara BENSU dan KOJIEN dapat digunakan sebagai pendukung sesuai kondisi lahan dan tekanan penyakit di kebun.
