Busuk Buah

Apa Itu Busuk Buah?

Busuk buah adalah penyakit tanaman yang menyebabkan jaringan buah melunak, berair, menghitam, dan akhirnya membusuk sebelum atau sesudah panen. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh serangan jamur dan bakteri patogen yang berkembang pesat pada kondisi lembap. Busuk buah sering menyerang berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, stroberi, pepaya, mangga, dan buah-buahan lainnya, sehingga menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas dan hasil panen.

Penyebab Busuk Buah pada Tanaman

Busuk buah umumnya disebabkan oleh patogen seperti jamur Colletotrichum, Phytophthora, Rhizopus, dan Botrytis, serta bakteri tertentu. Patogen ini masuk melalui luka pada buah akibat serangan hama, gesekan antarbuah, atau kerusakan mekanis. Kondisi lingkungan seperti curah hujan tinggi, kelembapan berlebih, sirkulasi udara buruk, dan drainase tanah yang tidak baik sangat mendukung perkembangan penyakit busuk buah.

Gejala Busuk Buah yang Umum Terjadi

Gejala awal busuk buah biasanya ditandai dengan munculnya bercak kecil berwarna cokelat atau kehitaman pada permukaan buah. Seiring waktu, bercak tersebut melebar dan jaringan buah menjadi lunak serta berair. Pada beberapa kasus, permukaan buah ditumbuhi lapisan jamur berwarna putih, abu-abu, atau kehijauan. Buah yang terserang berat akan mengeluarkan bau busuk dan mudah rontok dari tanaman sebelum mencapai kematangan optimal.

Bercak Awal pada Buah

Muncul bercak cokelat kecil pada permukaan buah yang perlahan melebar dan semakin gelap.

Tekstur Buah Melunak

Jaringan buah menjadi lunak berair mudah ditekan menandakan proses pembusukan mulai berkembang cepat.

Pertumbuhan Jamur pada Buah

Permukaan buah ditumbuhi lapisan jamur putih abuabu atau kehijauan terutama kondisi lembap tinggi.

Buah Berbau dan Mudah Rontok

Buah mengeluarkan bau busuk mudah rontok dari tanaman sebelum mencapai kematangan optimal panen.

Cara Penularan Busuk Buah pada Tanaman

Penyakit busuk buah menular terutama melalui spora jamur dan bakteri patogen yang terbawa oleh air, udara, serta kontak langsung antarbuah. Percikan air hujan atau penyiraman dari atas tanaman dapat memindahkan patogen dari tanah, sisa tanaman terinfeksi, atau buah busuk ke buah yang masih sehat. Selain itu, penularan juga terjadi melalui luka pada buah akibat serangan hama, gesekan antarbuah, atau kerusakan mekanis saat pemeliharaan dan panen. Alat pertanian yang tidak disterilkan serta proses penyimpanan dan distribusi buah dalam kondisi lembap turut mempercepat penyebaran penyakit busuk buah.

 

Faktor yang Memperparah Serangan Busuk Buah

Serangan busuk buah akan semakin parah apabila tanaman berada pada lingkungan dengan kelembapan tinggi dan sirkulasi udara yang buruk. Curah hujan tinggi, jarak tanam terlalu rapat, serta drainase lahan yang tidak baik menciptakan kondisi ideal bagi patogen untuk berkembang. Selain itu, pemupukan nitrogen berlebihan dapat membuat jaringan buah lebih lunak dan rentan terhadap infeksi. Keterlambatan panen serta pengelolaan kebun yang kurang bersih, seperti membiarkan buah busuk tetap berada di tanaman atau lahan, juga menjadi faktor utama yang mempercepat dan memperluas serangan busuk buah.

 

Kendalikan Busuk Buah Lebih Efektif dengan AUSSIE

Busuk buah dapat menurunkan kualitas dan hasil panen secara signifikan jika tidak segera ditangani. Untuk itu, penggunaan AUSSIE menjadi solusi tepat dalam pengendalian busuk buah secara efektif dan berkelanjutan. AUSSIE bekerja dengan membantu menekan perkembangan patogen penyebab busuk buah sekaligus memperbaiki kondisi tanaman agar lebih sehat dan kuat. Aplikasi AUSSIE secara rutin membantu menciptakan lingkungan tanaman yang tidak disukai jamur dan bakteri, sehingga buah dapat tumbuh optimal hingga masa panen.

Solusi Perlindungan Buah Sehat dan Berkualitas dengan AUSSIE

Selain berperan dalam pengendalian penyakit, AUSSIE juga mendukung daya tahan alami tanaman terhadap stres lingkungan yang memicu busuk buah. Dengan kondisi tanaman yang lebih kuat dan seimbang, risiko infeksi pada buah dapat ditekan sejak dini. Penggunaan AUSSIE yang dikombinasikan dengan sanitasi kebun, pengaturan jarak tanam, serta manajemen air yang baik akan memberikan hasil maksimal dalam menjaga buah tetap sehat, keras, dan bernilai jual tinggi hingga panen.

Dosis AUSSIE untuk Pengendalian Busuk Buah

Gunakan AUSSIE dengan dosis 2–4 ml per liter air. Dosis rendah digunakan sebagai tindakan pencegahan, sedangkan dosis tinggi dianjurkan saat gejala busuk buah mulai terlihat di lapangan. Untuk aplikasi skala luas, setara dengan 200–400 ml AUSSIE per 100 liter air, disesuaikan dengan tingkat serangan dan kondisi lingkungan.

Cara Aplikasi AUSSIE yang Tepat

AUSSIE diaplikasikan dengan cara penyemprotan merata ke seluruh bagian tanaman, terutama pada buah, bunga, dan area sekitar tajuk yang berpotensi menjadi sumber infeksi. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih optimal dan tidak cepat menguap. Ulangi aplikasi setiap 7–10 hari sekali, terutama pada musim hujan atau saat kelembapan tinggi, dan kombinasikan dengan sanitasi kebun serta pengelolaan drainase yang baik untuk hasil pengendalian busuk buah yang maksimal.