Antraknosa

Antraknosa Jamur yang Mengancam Produktivitas Tanaman

Antraknosa merupakan salah satu penyakit tanaman paling merugikan yang disebabkan oleh jamur patogen Colletotrichum spp. Penyakit ini menyerang berbagai komoditas pertanian, mulai dari tanaman hortikultura, buah-buahan, hingga perkebunan. Dalam kondisi lingkungan yang lembap dan curah hujan tinggi, antraknosa dapat berkembang sangat cepat dan menyebabkan kerusakan serius pada tanaman, baik pada fase pertumbuhan maupun menjelang panen.

Tanaman Favorit Antraknosa yang Perlu Diwaspadai

Hampir tidak ada tanaman yang benar-benar kebal terhadap antraknosa. Beberapa tanaman yang paling sering terserang antara lain cabai, tomat, mangga, pepaya, alpukat, pisang, semangka, dan melon. Pada tanaman buah, serangan antraknosa sering kali muncul saat buah mulai matang, sehingga menurunkan kualitas hasil panen dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi petani.

Penyebab Utama Terjadinya Antraknosa pada Tanaman

Infeksi Jamur Patogen Colletotrichum

Jamur Colletotrichum berkembang cepat pada jaringan tanaman lemah, menembus permukaan daun, batang, dan buah, lalu merusak sel hingga menimbulkan bercak busuk.

Kelembapan Lingkungan yang Tinggi

Kelembapan lingkungan tinggi akibat hujan dan penyiraman berlebihan menciptakan kondisi ideal bagi spora jamur bertahan, berkecambah, dan menyebar antar tanaman sekitar.

Sisa Tanaman Sakit di Lahan

Sisa tanaman terinfeksi yang tidak dibersihkan menjadi sumber inokulum, memungkinkan jamur bertahan di lahan dan menyerang tanaman baru berikutnya secara berulang.

Jarak Tanam yang Terlalu Rapat

Jarak tanam terlalu rapat menghambat sirkulasi udara, meningkatkan kelembapan mikro, mempercepat kontak daun, dan memudahkan penularan antraknosa pada seluruh area kebun.

Cara Kerja dan Mekanisme Serangan Antraknosa

Jamur penyebab antraknosa menyerang tanaman melalui spora yang menempel pada permukaan jaringan tanaman. Spora ini berkecambah saat kondisi lingkungan mendukung, terutama saat kelembapan tinggi. Jamur kemudian menembus jaringan tanaman dan merusak sel-sel tanaman, menyebabkan jaringan mati dan membusuk. Serangan sering dimulai dari jaringan yang lemah atau terluka, lalu berkembang dengan cepat ke bagian tanaman lainnya.

Faktor yang Memperparah Serangan Antraknosa

Beberapa faktor yang memperparah serangan antraknosa antara lain curah hujan tinggi, kelembapan udara yang tinggi, drainase lahan yang buruk, jarak tanam terlalu rapat, serta sanitasi kebun yang tidak terjaga. Pemupukan yang tidak seimbang, terutama kelebihan nitrogen, juga dapat membuat jaringan tanaman lebih lunak dan rentan terhadap infeksi jamur.

AUSSIE, Solusi Andal Menghentikan Antraknosa Sejak Dini

Serangan Antraknosa yang dibiarkan dapat menyebar cepat dan merusak daun, batang, hingga buah tanaman. AUSSIE diformulasikan khusus untuk membantu menekan perkembangan jamur penyebab Antraknosa secara efektif di lapangan. Dengan aplikasi yang tepat, AUSSIE bekerja melindungi jaringan tanaman dari infeksi lanjutan sekaligus membantu menghentikan penyebaran penyakit ke bagian tanaman yang masih sehat, sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan.

Penggunaan AUSSIE secara teratur menjadi langkah strategis dalam penanggulangan Antraknosa, terutama pada kondisi lingkungan yang lembap dan rawan serangan jamur. Selain berfungsi sebagai pengendali patogen, AUSSIE juga mendukung ketahanan tanaman agar mampu beradaptasi lebih baik terhadap tekanan penyakit. Hasilnya, pertumbuhan tanaman tetap optimal, kualitas panen terjaga, dan produktivitas lahan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dosis dan Cara Aplikasi AUSSIE untuk Mengendalikan Antraknosa

AUSSIE diaplikasikan dengan dosis 2–3 ml per liter air untuk pengendalian penyakit Antraknosa pada tanaman. Larutkan AUSSIE ke dalam air bersih sesuai dosis, lalu aduk hingga tercampur merata. Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan merata ke seluruh bagian tanaman, terutama pada daun, batang, bunga, dan buah yang berpotensi atau sudah menunjukkan gejala Antraknosa. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih optimal dan larutan tidak cepat menguap.

Untuk hasil maksimal, aplikasi AUSSIE dianjurkan dilakukan setiap 7–10 hari sekali, terutama pada musim hujan atau saat kelembapan tinggi yang memicu perkembangan jamur. Pada serangan Antraknosa yang cukup berat, aplikasi dapat diulang lebih intensif dengan interval 5–7 hari hingga gejala terkendali. Penggunaan AUSSIE secara rutin dan sesuai dosis membantu menekan penyebaran jamur, melindungi tanaman sehat, serta menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.