Busuk Rimpang

Apa Itu Busuk Rimpang?

Busuk rimpang adalah penyakit tanaman yang menyerang bagian rimpang atau batang bawah tanah, menyebabkan jaringan membusuk, berair, berbau tidak sedap, dan akhirnya mati. Penyakit ini umum ditemukan pada tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan tanaman umbi lainnya. Serangan busuk rimpang sangat merugikan karena terjadi di bagian vital tanaman yang berfungsi menyimpan cadangan makanan dan menopang pertumbuhan.

Penyebab Busuk Rimpang

Busuk rimpang umumnya disebabkan oleh patogen tular tanah, terutama jamur dan bakteri, antara lain Pythium sp., Fusarium sp., Phytophthora sp., serta bakteri Erwinia sp. Patogen ini berkembang pesat pada kondisi tanah lembap, drainase buruk, dan lingkungan dengan aerasi rendah. Selain itu, penggunaan bibit terinfeksi dan sanitasi lahan yang buruk mempercepat penyebaran penyakit.

Gejala Busuk Rimpang pada Tanaman

Daun Menguning dan Layu

Daun menguning dan layu meski tanah basah karena fungsi rimpang terganggu sehingga suplai air nutrisi terhambat. 

Pertumbuhan Tanaman Terhambat

Pertumbuhan tanaman melambat dan kerdil akibat jaringan rimpang rusak tidak mampu menyimpan cadangan makanan optimal sempurna.

Rimpang Membusuk dan Berbau

Rimpang berubah lunak berlendir berwarna cokelat kehitaman serta mengeluarkan bau busuk khas saat digali langsung terlihat.

Kematian Tanaman Bertahap

Tanaman mati perlahan dimulai dari satu rumpun lalu menyebar ke tanaman lain disekitar lahan budidaya aktif.

Cara Penularan Penyakit Busuk Rimpang

Penyakit busuk rimpang menular terutama melalui media tanah yang telah terkontaminasi patogen penyebab penyakit. Jamur dan bakteri penyebab busuk rimpang dapat bertahan lama di dalam tanah dan menginfeksi tanaman sehat melalui luka pada rimpang atau akar. Selain itu, penularan juga terjadi melalui penggunaan bibit rimpang yang sudah terinfeksi meskipun belum menunjukkan gejala. Air irigasi yang tercemar, genangan air, serta alat pertanian yang tidak disterilkan turut menjadi media penyebaran patogen dari satu tanaman ke tanaman lainnya di dalam satu lahan maupun antar lahan.

Faktor Lingkungan yang Memperparah Serangan Busuk Rimpang

Serangan busuk rimpang akan semakin parah pada kondisi lingkungan yang lembap dan sistem drainase lahan yang buruk. Tanah yang sering tergenang air menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan jamur dan bakteri patogen. Selain itu, curah hujan tinggi, kelembapan udara berlebih, serta aerasi tanah yang rendah mempercepat proses pembusukan rimpang. Penggunaan pupuk nitrogen berlebihan juga dapat melemahkan jaringan tanaman sehingga lebih rentan terhadap infeksi penyakit.

Faktor Budidaya yang Memicu Perkembangan Busuk Rimpang

Praktik budidaya yang kurang tepat menjadi salah satu faktor utama yang memperparah serangan busuk rimpang. Penanaman terlalu rapat menyebabkan sirkulasi udara buruk dan meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman. Tidak melakukan rotasi tanaman serta membiarkan sisa tanaman sakit di lahan juga memperbesar populasi patogen tular tanah. Kurangnya sanitasi lahan dan penggunaan bibit tanpa perlakuan pengendalian penyakit semakin mempercepat penyebaran dan tingkat keparahan busuk rimpang.

Kendalikan Busuk Rimpang Lebih Efektif dengan AUSSIE

Busuk rimpang dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Untuk itu, penggunaan AUSSIE menjadi solusi efektif dalam menekan perkembangan patogen penyebab busuk rimpang di dalam tanah. AUSSIE bekerja dengan membantu menyeimbangkan mikroorganisme tanah, menekan patogen tular tanah, serta memperbaiki kondisi media tanam agar tidak lembap berlebihan. Dengan aplikasi rutin, AUSSIE membantu menjaga rimpang tetap sehat, kuat, dan tidak mudah membusuk meskipun berada pada kondisi lingkungan yang berisiko.

AUSSIE Solusi Tepat Menjaga Rimpang Sehat dan Produktif

Penerapan AUSSIE secara tepat mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan busuk rimpang sejak fase awal pertumbuhan. AUSSIE membantu memperkuat sistem perakaran dan rimpang sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Selain itu, AUSSIE mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih seragam, menekan tingkat kematian tanaman, dan menjaga potensi hasil panen tetap maksimal. Dengan penggunaan AUSSIE secara berkelanjutan, lahan menjadi lebih sehat dan risiko serangan busuk rimpang dapat dikendalikan secara berkelanjutan.

Dosis AUSSIE untuk Busuk Rimpang

Gunakan AUSSIE dengan dosis 2–4 ml per liter air untuk aplikasi rutin pencegahan dan pengendalian awal busuk rimpang. Untuk serangan yang sudah terlihat di lapangan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 4–5 ml per liter air agar penekanan patogen tular tanah lebih optimal. Volume semprot disesuaikan dengan kondisi lahan hingga larutan meresap ke zona perakaran dan rimpang secara merata.

Cara Aplikasi AUSSIE yang Tepat

AUSSIE diaplikasikan dengan cara kocor atau siram langsung ke pangkal tanaman dan area rimpang, sehingga larutan masuk ke dalam tanah dan bekerja efektif di sumber infeksi. Aplikasi sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kestabilan mikroba dan efektivitas kerja produk. Ulangi aplikasi setiap 7–10 hari sekali, terutama pada musim hujan atau kondisi lahan lembap, untuk menjaga rimpang tetap sehat dan mencegah perkembangan busuk rimpang lebih lanjut.