Ganoderma (Busuk Pangkal Batang)

Apa Itu Ganoderma?

Ganoderma adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur patogen dari genus Ganoderma, terutama Ganoderma boninense, Ganoderma philippii, dan Ganoderma lucidum. Jamur ini termasuk jamur pelapuk kayu (wood-decaying fungi) yang mampu merusak jaringan lignin dan selulosa pada akar serta pangkal batang tanaman.

Tanaman yang Rentan Terserang Ganoderma

Ganoderma dapat menyerang berbagai tanaman berkayu, antara lain: Kelapa sawit, Karet, Kakao, Sengon, Jati, Mahoni, Akasia, Durian dan tanaman buah berkayu lainnya. Tanaman yang ditanam secara monokultur dan berumur panjang cenderung lebih berisiko terserang.

Gejala Serangan Ganoderma

Serangan Ganoderma bersifat laten (diam-diam) pada tahap awal, sehingga sering terlambat disadari. Gejala yang umum meliputi:

Gejala pada Tajuk

  • Daun menguning dan layu

  • Pertumbuhan terhambat

  • Tajuk tampak jarang dan tidak seimbang

  • Produksi buah atau biomassa menurun drastis

Gejala pada Batang dan Akar

  • Pangkal batang membusuk dan rapuh

  • Akar serabut dan akar utama rusak

  • Jika dipotong, jaringan dalam berwarna cokelat kehitaman

 

Munculnya Tubuh Buah (Basidiokarp)

  • Jamur keras berbentuk kipas atau setengah lingkaran

  • Berwarna cokelat kemerahan hingga kehitaman

  • Biasanya muncul di pangkal batang atau permukaan tanah

Cara Penularan Ganoderma: Penyebaran Senyap dari Dalam Tanah

Ganoderma menyebar terutama melalui kontak langsung antar akar, di mana akar tanaman sehat bersentuhan dengan akar atau sisa tunggul tanaman yang telah terinfeksi. Jamur ini hidup dan berkembang di dalam jaringan kayu, sehingga tunggul, akar mati, dan sisa bahan organik berkayu di dalam tanah menjadi sumber inokulum utama. Selain itu, Ganoderma menghasilkan spora yang dapat menyebar melalui tanah, air, dan udara dalam jarak terbatas, kemudian menginfeksi tanaman melalui luka akar atau jaringan yang lemah. Aktivitas manusia seperti penggunaan alat pertanian yang tidak disterilkan juga berperan dalam memindahkan patogen dari satu area ke area lain. Karena sifatnya yang mampu bertahan lama di dalam tanah, penularan Ganoderma sering terjadi secara perlahan dan tidak langsung terdeteksi.

Faktor yang Memperparah Serangan Ganoderma: Kombinasi Stres Lingkungan dan Budidaya

Serangan Ganoderma akan berkembang lebih cepat dan agresif pada tanaman yang mengalami stres fisiologis. Kondisi tanah dengan drainase buruk dan kelembapan tinggi sangat mendukung pertumbuhan jamur ini, terutama pada lahan berat atau tergenang. Sistem tanam monokultur jangka panjang tanpa rotasi tanaman meningkatkan akumulasi inokulum patogen di dalam tanah. Selain itu, ketidakseimbangan unsur hara, pH tanah yang tidak ideal, serta rendahnya aktivitas mikroorganisme menguntungkan menyebabkan daya tahan alami tanaman menurun. Luka pada akar akibat pengolahan tanah, pemadatan lahan, atau aktivitas mekanis juga menjadi pintu masuk utama infeksi. Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan Ganoderma lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Strategi Cerdas Menekan Ganoderma dengan AUSSIE: Perkuat Tanaman dari Akar

Penanggulangan Ganoderma tidak cukup hanya dengan membunuh patogen, tetapi harus dimulai dari memperkuat ketahanan fisiologis tanaman dan kesehatan tanah. AUSSIE bekerja dengan membantu memulihkan kondisi akar dan pangkal batang melalui optimalisasi penyerapan nutrisi, perbaikan metabolisme tanaman, serta peningkatan daya tahan alami terhadap stres lingkungan. Aplikasi AUSSIE secara rutin pada area perakaran membantu menciptakan kondisi tanah yang lebih seimbang, sehingga perkembangan jamur patogen seperti Ganoderma dapat ditekan secara alami. Tanaman yang sehat dan tidak stres memiliki kemampuan lebih baik untuk menahan infeksi laten yang berasal dari dalam tanah.

Dosis Tepat AUSSIE untuk Menekan Ganoderma dari Akar

Ganoderma adalah penyakit kronis yang menyerang dari dalam tanah, sehingga penanganannya harus dimulai dari zona perakaran. Untuk mendukung kesehatan akar dan menekan perkembangan Ganoderma, AUSSIE digunakan dengan dosis 2–4 ml per liter air.

  • Pencegahan (preventif): 2 ml/L air

  • Tanaman berisiko / gejala awal: 3 ml/L air

  • Pendamping pengendalian pada area endemik: 4 ml/L air

Volume larutan disesuaikan dengan umur dan ukuran tanaman, umumnya 5–10 liter larutan per tanaman untuk tanaman berkayu dan tanaman tahunan.

Cara Aplikasi AUSSIE yang Efektif Menghadang Ganoderma

Keberhasilan penggunaan AUSSIE sangat ditentukan oleh cara aplikasi yang tepat dan konsisten. AUSSIE harus diaplikasikan dengan metode siram langsung ke pangkal batang dan area perakaran, karena di sanalah Ganoderma berkembang dan menyerang. Aplikasi dilakukan pada pagi atau sore hari untuk memaksimalkan penyerapan dan menghindari penguapan berlebih. Ulangi aplikasi secara rutin setiap 14–21 hari, terutama pada kebun yang memiliki tekanan penyakit tinggi. Semakin dini AUSSIE diaplikasikan, semakin besar peluang tanaman bertahan dan tetap produktif.

AUSSIE Bukan Obat Instan, Tapi Tameng Jangka Panjang

Perlu dipahami bahwa AUSSIE bukan fungisida kimia yang bekerja instan, melainkan solusi cerdas yang memperkuat tanaman dari dalam. AUSSIE membantu memulihkan fisiologi akar, menekan stres tanaman, dan menciptakan kondisi tanah yang tidak ramah bagi Ganoderma. Ketika dikombinasikan dengan sanitasi kebun, perbaikan drainase, dan manajemen nutrisi yang tepat, AUSSIE menjadi tameng jangka panjang yang menjaga kebun tetap hidup, sehat, dan produktif meski berada di lahan rawan Busuk Pangkal Batang.