Rebah Semai

Apa Itu Rebah Semai?

Rebah semai atau damping-off adalah penyakit tanaman yang umum menyerang benih dan bibit muda pada fase persemaian. Penyakit ini menyebabkan kecambah gagal tumbuh, batang bibit membusuk, lalu tanaman roboh dan mati. Rebah semai sering terjadi pada persemaian sayuran, hortikultura, tanaman pangan, hingga tanaman perkebunan, terutama saat kondisi lingkungan lembap dan sanitasi kurang baik. Penyakit ini tergolong sangat merugikan karena menyerang sejak awal pertumbuhan, sehingga dapat menurunkan persentase hidup bibit secara drastis dan menghambat keberhasilan budidaya.

Penyebab Rebah Semai

Rebah semai (damping-off) disebabkan oleh serangan patogen tular tanah yang umumnya berasal dari kelompok jamur dan organisme mirip jamur seperti Pythium spp., Rhizoctonia solani, Fusarium spp., dan Phytophthora spp.. Patogen tersebut hidup di dalam tanah, sisa tanaman, air, serta media semai yang tidak steril, lalu menginfeksi benih dan bibit muda melalui akar atau pangkal batang. Infeksi menyebabkan jaringan tanaman membusuk, menghambat penyerapan air dan nutrisi, sehingga bibit menjadi lemah, layu, roboh, dan akhirnya mati.

Gejala Rebah Semai (Damping-off) pada Tanaman

Benih Gagal Berkecambah

Benih membusuk sebelum berkecambah sehingga tidak muncul ke permukaan tanah dan menyebabkan kegagalan persemaian total.

Bibit Layu dan Roboh Mendadak

Bibit yang baru tumbuh tiba-tiba layu lalu roboh akibat pangkal batang melemah dan membusuk cepat.

Pembusukan Pangkal Batang

Pangkal batang berubah warna cokelat kehitaman terlihat menyempit basah dan lunak sebelum tanaman mati total.

Kematian Bibit Menyebar Cepat

Persemaian menunjukkan kematian bibit menyebar tidak merata namun cepat pada kondisi lembap berlebihan lingkungan persemaian.

Cara Penularan Rebah Semai (Damping-off)

Melalui Media Tanam yang Terinfeksi

Patogen penyebab rebah semai seperti Pythium, Rhizoctonia, dan Fusarium umumnya hidup dan bertahan di dalam tanah atau media semai. Media yang tidak disterilkan dapat menjadi sumber utama penularan karena patogen langsung menyerang benih dan akar muda. Saat benih ditanam pada media terkontaminasi, jamur akan dengan mudah menginfeksi jaringan tanaman sejak fase awal perkecambahan.

Penyebaran Melalui Air Penyiraman

Air merupakan sarana penularan yang sangat efektif bagi patogen rebah semai. Penyiraman berlebihan atau penggunaan air yang tercemar memungkinkan spora jamur berpindah dari satu bibit ke bibit lainnya. Percikan air juga dapat membawa patogen ke pangkal batang, sehingga mempercepat proses infeksi dan menyebabkan bibit roboh dalam waktu singkat.

Penularan dari Sisa Tanaman dan Lingkungan Persemaian

Sisa-sisa tanaman sakit yang tidak dibersihkan dapat menjadi sumber inokulum patogen. Jamur penyebab rebah semai mampu bertahan pada jaringan tanaman mati dan lingkungan persemaian yang lembap. Ketika kondisi mendukung, patogen akan kembali aktif dan menyerang bibit baru yang ditanam di area tersebut.

Kendalikan Rebah Semai Lebih Efektif dengan AUSSIE

Rebah semai (damping-off) sering menjadi ancaman serius pada fase persemaian karena menyerang benih dan bibit muda secara cepat. AUSSIE hadir sebagai solusi pengendalian yang efektif dan ramah tanaman dengan cara menekan perkembangan jamur patogen tular tanah penyebab rebah semai. AUSSIE bekerja memperbaiki kondisi media tanam, menekan populasi patogen, serta membantu menciptakan lingkungan perakaran yang lebih sehat sehingga bibit mampu tumbuh kuat sejak awal.

Penggunaan AUSSIE secara tepat sejak tahap persemaian membantu melindungi bibit dari serangan Pythium, Rhizoctonia, dan Fusarium yang menyebabkan batang membusuk dan tanaman roboh. Selain berfungsi sebagai pengendali penyakit, AUSSIE juga mendukung ketahanan tanaman dengan meningkatkan vigor bibit dan memperkuat sistem perakaran. Dengan aplikasi rutin dan dikombinasikan sanitasi persemaian yang baik, AUSSIE menjadi solusi andalan untuk menekan risiko rebah semai dan memastikan bibit tumbuh sehat serta siap pindah tanam.

Dosis dan Cara Aplikasi AUSSIE untuk Rebah Semai (Damping-off)

Gunakan AUSSIE sebanyak 2–4 ml per liter air. Dosis rendah digunakan sebagai pencegahan sejak awal persemaian, sedangkan dosis lebih tinggi dapat diaplikasikan saat kondisi lingkungan lembap atau gejala awal rebah semai mulai terlihat.

 

Cara Aplikasi

AUSSIE diaplikasikan dengan cara penyiraman (kocor) langsung ke media semai agar larutan meresap ke zona perakaran dan pangkal batang. Aplikasi pertama dilakukan sebelum atau sesaat setelah benih ditanam untuk menekan patogen sejak dini. Ulangi aplikasi setiap 7–10 hari sekali, terutama pada kondisi cuaca lembap atau drainase kurang baik. Pastikan media tidak tergenang dan aplikasikan pada pagi atau sore hari untuk hasil yang optimal.