Busuk Akar
Apa Itu Busuk Akar?
Dampak Busuk Akar Jika Tidak Ditangani
Busuk akar bukan penyakit ringan. Dampaknya bisa sangat merugikan, antara lain:
Kematian tanaman secara bertahap atau mendadak
Penurunan hasil panen hingga >50%
Penyebaran penyakit ke tanaman sehat
Kerusakan jangka panjang pada struktur tanah
Pada tanaman tahunan seperti sawit, kakao, kopi, durian, dan tanaman kehutanan, busuk akar dapat menyebabkan gagal produksi selama bertahun-tahun.
Penyebab Utama Busuk Akar
Jamur Patogen Tanah
Beberapa jamur penyebab busuk akar yang paling umum:
Phytophthora spp.
Pythium spp.
Fusarium spp.
Ganoderma spp. (umum pada kelapa sawit & tanaman keras)
Jamur ini berkembang pesat di tanah yang lembap, becek, dan miskin oksigen.
Drainase Tanah yang Buruk
Tanah yang tergenang air:
Menghambat pernapasan akar
Menciptakan kondisi anaerob
Mempercepat pembusukan jaringan akar
Ketidakseimbangan Mikroba Tanah
Tanah yang rusak akibat:
Penggunaan pupuk kimia berlebihan
Pestisida sintetis terus-menerus
Kurangnya bahan organik
akan kehilangan mikroba baik yang seharusnya melindungi akar.
Stres Lingkungan
Tanaman yang stres akibat:
Kekeringan ekstrem
Pemupukan tidak tepat
pH tanah tidak sesuai
lebih rentan terserang busuk akar.
Pencegahan Busuk Akar: Lebih Murah dan Lebih Efektif
Ciri-Ciri Tanaman yang Mengalami Busuk Akar
AUSSIE Kultura: Solusi Tuntas Mengatasi Busuk Akar dari Sumber Masalahnya
Dosis AUSSIE yang Tepat untuk Mengatasi Busuk Akar Secara Efektif
Penggunaan AUSSIE untuk menangani busuk akar harus dilakukan dengan dosis yang tepat agar proses pemulihan tanah dan perakaran berjalan optimal. Secara umum, AUSSIE diaplikasikan dengan cara dilarutkan ke dalam air, kemudian disiramkan langsung ke zona perakaran tanaman. Untuk tanaman yang sudah menunjukkan gejala busuk akar, AUSSIE digunakan pada dosis lebih intensif sebagai tahap pemulihan awal, dengan tujuan mendetoks tanah, menekan patogen, dan mengaktifkan kembali mikroorganisme baik. Setelah kondisi tanaman mulai membaik, aplikasi dapat dilanjutkan dengan dosis perawatan berkala guna menjaga keseimbangan tanah dan mencegah busuk akar kembali muncul. Pendekatan ini memastikan akar pulih secara bertahap namun menyeluruh, sehingga tanaman tidak hanya selamat, tetapi juga tumbuh lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit di kemudian hari.
